Residensi

Pasang Air

Mulai bulan September 2015, Rumah Seni Cemeti memulai program residensi baru yang berjudul ‘Pasang Air’. Melanjutkan program residensi Cemeti sebelumnya, yaitu Landing Soon (2006 -2009),  HotWave (2010 – 2013) dan Makan Angin (2014-2015). Tahun pertama residensi Pasang Air memfasilitasi tiga orang seniman, masing-masing dari New Zealand, Taiwan dan Indonesia untuk menjalani residensi periode pertama pada bulan September sampai November 2015. Untuk periode kedua, yaitu bulan Maret sampai dengan Mei 2016 kami menerima seniman dari Belanda, Indonesia dan New Zealand.

Periode I (1 September – 30 November 2015) – Pasang Air #1 :
Yudha Kusuma Putera – Indonesia
Chen Chia-Jen - Taiwan
Eva Olthof – Belanda

Periode II (1 Maret  – 31 Mei 2016) – Pasang Air #2 :
Aliansyah Chaniago – Indonesia
Faysal  Mroueh – Belanda
Brydee Rood – New Zealand

Selama menjalani program residensi, seniman diberikan kesempatan untuk melakukan riset, eksperimen, membuat karya, dan melakukan kolaborasi. Seniman juga mendapatkan pendampingan dalam melakukan riset dan eksperimen gagasan bersama Rumah Seni Cemeti dan seorang asisten.

Aktivitas residensi terbagi menjadi beberapa tahap. Pada bulan pertama, program residensi berkonsentrasi pada orientasi dan pengenalan kegiatan seni dan budaya di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Presentasi kepada publik di Yogyakarta mengenai kegiatan berkarya seniman diselenggarakan dalam format artist talk. Interaksi dengan publik sangat penting untuk menghubungkan seniman dengan komunitas seni di Yogyakarta, selain memberikan kontribusi pada wacana seni untuk publik yang lebih luas.

Bulan kedua adalah masa berkarya bagi seniman residensi. Di bulan yang sama, seniman diharapkan untuk mengadakan lokakarya, diskusi, kuliah umum, atau program edukatif lainnya berdasarkan minat dan keahlian seniman residensi, sebagai bentuk kontribusi kepada lingkungan dan masyarakat lokal. Kegiatan tersebut bisa diadakan di Rumah Seni Cemeti atau organisasi/komunitas/lembaga yang berbeda di Yogyakarta dan luar Yogyakarta misalnya Solo dan Semarang.

Pada minggu terakhir bulan ketiga akan diadakan presentasi akhir dengan format pameran atau bentuk-bentuk presentasi lain sesuai kebutuhan seniman. Presentasi akhir berlangsung selama seminggu dan disertai diskusi terbuka sebagai bagian dari evaluasi program residensi.