Arsitek Leutik Ti Sukaraja Wetan 2010

26 Juni 2010 - 09 Juli 2010

Nindityo Adipurnomo & Mella Jaarsma

{titlei}

JARF 2010 ini merupakan periode residensi terpendek (2 minggu), yang pernah kami jalani setelah Hongkong International Artists Workshop (3 minggu) tahun 2005 lalu di Kowloon - Hongkong.
 
Keterbatasan infrastruktur dan dana, mudanya usia organisasi penyelenggara maupun minimnya data-data statistik,  karakter sosial / kultural masyarakat desa pendukung; yang  berperan sekaligus sebagai subyek dan obyek pengembangan budaya dalam konteks kerja kesenian ini pada akhirnya memusatkan perhatian kami untuk bertumpu pada sumbu ‘ketulusan dan keterbukaan’ masyarakat ketujuh desa, bagian dari suatu wilayah luas ‘sub-urban Kecamatan Jatiwangi’, di dalam menjamu dan memanfaatkan kami para seniman;  yang notabene hanya tumbuh dengan rata-rata orientasi kota dan metroplolitan.
 
Gagasan cemerlang dan semangat membara dari dua orang inisiator Proyek Seni JARF, dua kakak beradik dari desa Jatisura; Arief Rahman Yudi dan Ginggi adalah hal lain yang mengilhami semangat kami!
 
‘Arsitek leutik ti Sukaraja Wetan’ (Arsitek cilik dari Sukaraja wetan) merupakan kerja pendampingan Nindityo Adipurnomo dan Mella Jaarsma atas olah kreatif analitis anak-anak desa Sukaraja Wetan,  di dalam usaha mereka memetakan kembali nilai-nilai baru dan lama harmoni keluarga.   ‘Membangun Rumah’ sebagai basis tema, sekaligus jembatan pendekatan yang kami tawarkan pada anak-anak keluarga petani dan buruh industri genteng masyarakat sub-urban Jatiwangi.
 
Bertani di sawah dan memburuh pada industri lokal pembuatan genteng, bisa dilihat sebagai sifat transisi krusial perubahan masyarakat agraris menuju industrialistik, dimana keduanya sangat mensyaratkan ketergantungan besar, dari  struktur manajemen / mis-manajemen ekonomi kapital yang memusat dan otoriter.
‘Membangun Rumah’ menemukan konteksnya sebagai suatu uji coba mini,  pelatihan atas kreatifitas mengelola kapasitas dan daya hidup individu anak-anak yang dibesarkan dalam segala bentuk ketergantungan dan ketidakberdayaan menerima serbuan promosi industri,  untuk pada akhirnya mereka bisa bermimpi  memiliki sendiri; dengan merancang dan membangun sendiri rumah impian idamannya!
Bermain, belajar, bermimpi dan bekerja adalah ‘moto’ interaksi kami dengan lebih dulu menggambar fantasi ‘interior’ dan ‘eksterior’ rumah idaman. Mempresentasikan dan mendiskusikan gambar-gambar khayal di antara mereka, memotong-motong untuk menyeleksi kembali, serta menyusun ulang elemen elemen interior dalam hubungan logis bersama kebutuhan ruang-ruang yang telah dibayangkan! Jadilah sebuah peta interior dan eksterior sederhana ala anak-anak.  Untuk  akhirnya dipergunakan  sebagai pemandu dasar membuat maket-maket rumah idaman yang dipresentasikan di antara rak-rak pengeringan genteng cetak dari kayu dolkens dan bambu ala Pabrik Genteng Tiga Utama.
 
Dalam kesempatan ini kami berdua menyampaikan rasa penghargaan dan terimakasih kepada seluruh orang tua anak-anak warga dusun 1 sampai dengan 5,  desa Sukaraja Wetan, yang telah mempercayakan diri kepada kami untuk bermain dengan putra putrinya sepanjang hari bersama kami.
Tidak lupa ucapan terimakasih kami kepada ‘media centre’ anak-anak muda warga Sukaraja Wetan, Kang Oing dan grup band PITSTOP yang membantu kami menjembatani serta memfasilitasi liburan berkesan di Pabrik Genteng Tiga Utama – Sukaraja Wetan – Jatiwangi.

 
Nindityo Adipurnomo dan Mella Jaarsma