Concept Context Contestation (versi Yogyakarta)

21 Agustus 2016 - 21 September 2016

Alwin Reamillo (The Philippines), Amanda Heng (Singapore), Arahmaiani (Indonesia), Aung Ko (Myanmar), Aung Myint (Myanmar), Bui Cong Khanh(Vietnam), Chalood Nimsamer (Thailand), Eko Nugroho and Daging Tumbuh (Indonesia), FX Harsono (Indonesia), Goldie Pob

{titlei}

 

Pameran Internasional BACC:
Concept Context Contestation: seni dan kolektif di Asia Tenggara (Yogyakarta, INDONESIA) 
Proyek Keliling
Diselenggarakan oleh Departemen Pameran, Bangkok Art and Culture Centre berkolaborasi dengan Rumah Seni Cemeti, Kedai Kebun Forum, dan Ruang MES 56.
Didukung oleh Langgeng Art Foundation dan National Arts Council Singapore.
Pembukaan Pameran
20 Agustus 2016 jam 19.00
Rumah Seni Cemeti (Jl. D.I. Panjaitan 41 Yogyakarta)
Ruang MES 56 (Jl. Mangkuyudan No.53A, Mantrijeron, Yogyakarta)
Pameran berlangsung pada 21 Agustus - 21 September 2016 di:
Rumah Seni Cemeti (Jl. D.I. Panjaitan 41 Yogyakarta)
BUKA pada jam 09.00 - 17.00 dan TUTUP pada hari Minggu dan Senin (kecuali tanggal 21 - 22 Agustus 2016),
Ruang MES 56 (Jl. Mangkuyudan No.53A, Mantrijeron, Yogyakarta)
BUKA pada jam 12.00 - 21.00 dan TUTUP pada hari Minggu (kecuali tanggal 21 - 22 Agustus 2016)
Forum Pendidikan Publik mengenai Seni Rupa Asia Tenggara
21 - 22 Agustus 2016 pada jam 16.00 - 22.00
Kedai Kebun Forum (Jl. Tirtodipuran No.3 Yogyakarta)
Departemen Pameran Bangkok Art and Culture Centre di Bangkok, berkolaborasi dengan Rumah Seni Cemeti, Kedai Kebun Forum, Ruang MES 56 mempersembahkan sebuah proyek keliling bertajuk "Concept Context Contestation: seni dan kolektif di Asia Tenggara, versi Yogyakarta". Proyek ini bertujuan untuk menciptakan dialog diantara para warga Asia Tenggara mengenai gagasan, budaya, dan wacana seni kontemporer di wilayah ini dan sekitarnya.
Melalui pameran "Concept Context Contestation versi Yogyakarta", Bangkok Art and Culture Centre (BACC), berkolaborasi dengan Rumah Seni Cemeti, Kedai Kebun Forum, Ruang MES 56, bermaksud memperluas pameran aslinya yang ditampilkan secara perdana pada bulan Desember 2013 di BACC Bangkok. Pameran "Concept Context Contestation" aslinya merupakan proyek komisi dan diselenggarakan oleh BACC dengan mengundang tiga kurator regional dari skena seni Asia Tenggara. Dengan memamerkan lebih dari 70 karya seni di ruang pusat BACC Bangkok, pameran ini diartikulasikan, lewat karya-karya seni bersejarah baik yang baru maupun yang berpengaruh, bagaimana seniman dari beberapa generasi dari Thailand, Vietnam, Indonesia, Singapura, Malaysia, Myanmar, Kamboja, dan Philipina memanfaatkan berbagai jenis pendekatan konseptual untuk membuat seni bagi, dengan, dan tentang isu-isu kolektif.
Saat ini CCC berkeliling di pusat-pusat Asia Tenggara yang terpilih sebagai suatu cara untuk memperluas jangkauan penonton bagi beberapa karya kunci dan mencangkok makna tambahan ke pameran aslinya. Inti dari pameran keliling internasional ini menyisakan gagasan mengenai hubungan dalam seni rupa di Asia Tenggara, yaitu antara ideologi sosial dengan bahasa ekspresif. Di Yogyakarta, karya seni CCC terpilih dari Indonesia, Vietnam, Thailand, Singapura, Myanmar, Philipina, Malaysia, dan Kamboja, mewakili esensi pameran melalui pandangan kritis seniman terhadap masyarakat yang diungkapkan dengan narasi politik kadang kala, sedang melakukan perjalanan. Namun, di samping rangsangan visual dan wawasan sejarah seni yang termuat dalam pameran aslinya, pameran CCC Jogja menggabungkan inisiatif seni baru yang bersifat spesifik lintas daerah ke dalam kerangka kerja yang berkembang melalui pilihan karya seni yang lebih kecil. Hal ini diraih dengan cara mengelilingkan seniman peserta pameran dari berbagai negara, dan tiga kurator pameran dan Departemen Pameran BACC untuk bekerja langsung dengan publik dan komunitas seni Jogja. Dengan cara ini, pameran, dalam format site-specific Jogja yang baru, akan menunjukkan bagaimana pendekatan konseptual di seni rupa Asia Tenggara merupakan suatu metodologi komunitas seni dan manifestasi seniman yang pertama dan terdepan, bahkan sebelum karya seni diproduksi. Tidak hanya dengan karya seni terpilih dari pameran asli CCC, melainkan juga dengan 
proyek-proyek seni yang berbasis di Jogja, CCC Jogja akan menampilkan forum bahasa artistik Asia Tenggara yang menggairahkan lewat lensa Jogja. 34 seniman dan kolektif, 3 kurator, dan poros penggerak kebudayaan Indonesia sebagai tuan rumah, yaitu Rumah Seni Cemeti, Kedai Kebun Forum, Ruang MES 56, beserta Departemen Pameran BACC, akan bersama-sama mengembangkan sebuah tema ‘Jogja Re-Focus CCC’ melalui program-program kolaboratif dan aktivitas, dan karya-karya seni yang seluruhnya baru dengan berbagai media meliputi instalasi, video, fotografi, drawing dan proyek-proyek partisipatif.
Bersamaan dengan pameran, akan diselenggarakan forum pendidikan selama dua hari, yaitu “Forum CCC Seni Rupa Asia Tenggara” untuk menjelajahi berbagai isu secara mendalam. Program untuk publik ini tidak dipungut biaya dan terdiri atas diskusi meja bundar yang dimoderatori dan presentasi yang berpusat pada sejumlah aspek seni rupa Asia Tenggara yang diantaranya meliputi kerangka sejarahnya, menempatkan proyek dalam konteks; strategi konseptual seni rupa Asia Tenggara sebagai suatu wacana kuratorial; seni kontemporer Indonesia; dan isu kuratorial seperti terjemahan regional dan global dari seni kontemporer Asia Tenggara. Program ini melibatkan partisipan lokal dan internasional terkemuka dari berbagai bidang, seniman, sejarawan seni, kurator, kritikus, pengajar, dan penyelenggara budaya.
Kurator Tamu: 
Iola Lenzi (Singapura), Agung Hujatnikajennong (Indonesia), dan Vipash Purichanont (Thailand)
Seniman:
Alwin Reamillo (Philipina), Amanda Heng (Singapura), Arahmaiani (Indonesia), Aung Ko (Myanmar), Aung Myint (Myanmar), Bui Cong Khanh(Vietnam), Chalood Nimsamer (Thailand), Eko Nugroho dan Daging Tumbuh (Indonesia), FX Harsono (Indonesia), Goldie Poblador (Philipina), Lee Wen (Singapura), Manit Sriwanichpoom (Thailand), MES 56 (Indonesia), Michael Shaowanasai (Thailand), Moe Satt (Myanmar), Moelyono (Indonesia), Nge Lay (Myanmar), Paphonsak La-or (Thailand), Popok Tri Wahyudi (Indonesia), Prapat Jiwarangsan (Thailand), Roslisham Ismail (Malaysia), Sutee Kunavichayanont (Thailand), Taring Padi (Indonesia), Tay Wei Leng (Singapura), Thao Nguyen Phan (Vietnam),Tintin Wulia (Indonesia),Tisna Sanjaya (Indonesia), Tung Mai (Vietnam), Vandy Rattana (Kamboja), Vasan Sitthiket (Thailand), Vu Dan Tan (Vietnam), Mella Jaarsma (Indonesia),Restu Ratnaningtyas (Indonesia),Vertical Submarine (Singapura).
Partisipan Forum:
FX Harsono; Wulan Dirgantoro; Amanda Rath; Arahmaiani; Amanda Heng; Valentine Willie; Hendro Wiyanto; Justin Loke (Vertical Submarine); Iola Lenzi; Paul Khoo; Agung Kurniawan; Agung Hujatnikajennong; Vipash Purichanont; Thomas Berghuis; Farah Wardani; Natalia Kraevskaia; Tay Wei Leng; Jeffrey Say; Michael Shaowanasai; Manit Sriwanichpoom; Mella Jaarsma; Alia Swastika; Restu Ratnaningtyas.
TENTANG PENYELENGGARA
TENTANG DEPARTEMEN PAMERAN BACC
Departemen pameran BACC merupakan bagian dari program Bangkok Art and Culture Centre (BACC) untuk pameran seni, proyek disiplin kreatif, dan peristiwa budaya/pendidikan. Departemen ini bertujuan untuk menciptakan suatu pokok persimpangan bagi beragam pandangan dari kurator, seniman, pelajar, praktisi seni dan penonton, untuk merangsang pemikiran kritis selain pengalaman belajar. Melalui program-program seni bagi komunitas hingga pendidikan seni, departemen ini dimaksudkan sebagai landasan bagi pertukaran budaya yang berkenaan dengan isi, kuratorial dan manajemen budaya, membuka lanskap baru bagi dialog budaya, jejaring kerja, untuk menciptakan seni dan sumber daya budaya baru.
TENTANG RUMAH SENI CEMETI
Sejak tahun 1988, Rumah Seni Cemeti yang didirikan oleh Nindityo Adipurnomo dan Mella Jaarsma telah memamerkan dan mengomunikasikan karya-karya seniman kontemporer Indonesia dan mancanegara. Diawali dengan nama Galeri Cemeti pada tahun 1988, Rumah Seni Cemeti telah mempunyai banyak peran sebagai ruang pamer, pusat informasi, dokumentasi dan promosi bagi seni rupa. Rumah Seni Cemeti mempunyai fokus pada pameran, proyek-proyek kesenian, residensi dan manajemen seni. Kami telah memberikan kontribusi penting  pada wacana dan perkembangan seni rupa, baik di tingkat nasional maupun internasional.
TENTANG KEDAI KEBUN FORUM
Kedai Kebun Forum (KKF) adalah ruang seni alternatif di Yogyakarta yang dikelola secara independen oleh seniman, terdiri dari Galeri, Ruang Pertunjukan, Bookstore, dan Restoran. Kedai Kebun Forum adalah komunitas kecil yang didirikan untuk usaha belajar dan pengkajian, dalam rangka membangun kepekaan terhadap setiap gejala perubahan sosial, melalui kesenian. Selama ini seluruh aktivitas di Kedai Kebun Forum dibiayai oleh restorannya.
TENTANG RUANG MES 56
Ruang MES 56 adalah sebuah lembaga non-profit yang didirikan di Jogja pada bulan Februari 2002, yang aktif bergerak di bidang fotografi yang menitikberatkan pada pendekatan yang bersifat eksploratif dalam fotografi kontemporer, lewat teori dan praktik, secara konsep maupun konteks. Dengan tujuan untuk membangun wacana di ruang lingkup fotografi kontemporer di Indonesia.
Ruang MES 56 menyelenggarakan beberapa program, antara lain Pameran, Pertukaran Kreatif, Lokakarya, dan Pengarsipan. Seluruh program ini dilaksanakan dengan biaya sendiri dan dengan dukungan dari beberapa donatur, baik yang berasal dari lembaga non-profit atau perusahaan komersial. Program-program ini diadakan untuk memberdayakan masyarakat budaya pop di Indonesia. 

 

Pameran Internasional BACC

Concept Context Contestation: seni dan kolektif di Asia Tenggara (Yogyakarta, INDONESIA) Proyek Keliling

Diselenggarakan oleh Departemen Pameran, Bangkok Art and Culture Centre berkolaborasi dengan Rumah Seni Cemeti, Kedai Kebun Forum, dan Ruang MES 56.

Didukung oleh Langgeng Art Foundation dan National Arts Council Singapore.

Pembukaan Pameran: 20 Agustus 2016 jam 19.00

Rumah Seni Cemeti (Jl. D.I. Panjaitan 41 Yogyakarta) dan Ruang MES 56 (Jl. Mangkuyudan No.53A, Mantrijeron, Yogyakarta)

Pameran berlangsung pada 21 Agustus - 21 September 2016 di:

Rumah Seni Cemeti (Jl. D.I. Panjaitan 41 Yogyakarta)BUKA pada jam 09.00 - 17.00 dan TUTUP pada hari Minggu dan Senin (kecuali tanggal 21 - 22 Agustus 2016)

Ruang MES 56 (Jl. Mangkuyudan No.53A, Mantrijeron, Yogyakarta)BUKA pada jam 12.00 - 21.00 dan TUTUP pada hari Minggu (kecuali tanggal 21 - 22 Agustus 2016)

Forum Pendidikan Publik mengenai Seni Rupa Asia Tenggara pada tanggal 21 - 22 Agustus 2016 pada jam 16.00 - 22.00

Kedai Kebun Forum (Jl. Tirtodipuran No.3 Yogyakarta)

 

Departemen Pameran Bangkok Art and Culture Centre di Bangkok, berkolaborasi dengan Rumah Seni Cemeti, Kedai Kebun Forum, Ruang MES 56 mempersembahkan sebuah proyek keliling bertajuk "Concept Context Contestation: seni dan kolektif di Asia Tenggara, versi Yogyakarta". Proyek ini bertujuan untuk menciptakan dialog diantara para warga Asia Tenggara mengenai gagasan, budaya, dan wacana seni kontemporer di wilayah ini dan sekitarnya.

Melalui pameran "Concept Context Contestation versi Yogyakarta", Bangkok Art and Culture Centre (BACC), berkolaborasi dengan Rumah Seni Cemeti, Kedai Kebun Forum, Ruang MES 56, bermaksud memperluas pameran aslinya yang ditampilkan secara perdana pada bulan Desember 2013 di BACC Bangkok. Pameran "Concept Context Contestation" aslinya merupakan proyek komisi dan diselenggarakan oleh BACC dengan mengundang tiga kurator regional dari skena seni Asia Tenggara. Dengan memamerkan lebih dari 70 karya seni di ruang pusat BACC Bangkok, pameran ini diartikulasikan, lewat karya-karya seni bersejarah baik yang baru maupun yang berpengaruh, bagaimana seniman dari beberapa generasi dari Thailand, Vietnam, Indonesia, Singapura, Malaysia, Myanmar, Kamboja, dan Philipina memanfaatkan berbagai jenis pendekatan konseptual untuk membuat seni bagi, dengan, dan tentang isu-isu kolektif.

Saat ini CCC berkeliling di pusat-pusat Asia Tenggara yang terpilih sebagai suatu cara untuk memperluas jangkauan penonton bagi beberapa karya kunci dan mencangkok makna tambahan ke pameran aslinya. Inti dari pameran keliling internasional ini menyisakan gagasan mengenai hubungan dalam seni rupa di Asia Tenggara, yaitu antara ideologi sosial dengan bahasa ekspresif. Di Yogyakarta, karya seni CCC terpilih dari Indonesia, Vietnam, Thailand, Singapura, Myanmar, Philipina, Malaysia, dan Kamboja, mewakili esensi pameran melalui pandangan kritis seniman terhadap masyarakat yang diungkapkan dengan narasi politik kadang kala, sedang melakukan perjalanan. Namun, di samping rangsangan visual dan wawasan sejarah seni yang termuat dalam pameran aslinya, pameran CCC Jogja menggabungkan inisiatif seni baru yang bersifat spesifik lintas daerah ke dalam kerangka kerja yang berkembang melalui pilihan karya seni yang lebih kecil. Hal ini diraih dengan cara mengelilingkan seniman peserta pameran dari berbagai negara, dan tiga kurator pameran dan Departemen Pameran BACC untuk bekerja langsung dengan publik dan komunitas seni Jogja. Dengan cara ini, pameran, dalam format site-specific Jogja yang baru, akan menunjukkan bagaimana pendekatan konseptual di seni rupa Asia Tenggara merupakan suatu metodologi komunitas seni dan manifestasi seniman yang pertama dan terdepan, bahkan sebelum karya seni diproduksi. Tidak hanya dengan karya seni terpilih dari pameran asli CCC, melainkan juga dengan proyek-proyek seni yang berbasis di Jogja, CCC Jogja akan menampilkan forum bahasa artistik Asia Tenggara yang menggairahkan lewat lensa Jogja. 34 seniman dan kolektif, 3 kurator, dan poros penggerak kebudayaan Indonesia sebagai tuan rumah, yaitu Rumah Seni Cemeti, Kedai Kebun Forum, Ruang MES 56, beserta Departemen Pameran BACC, akan bersama-sama mengembangkan sebuah tema ‘Jogja Re-Focus CCC’ melalui program-program kolaboratif dan aktivitas, dan karya-karya seni yang seluruhnya baru dengan berbagai media meliputi instalasi, video, fotografi, drawing dan proyek-proyek partisipatif.

Bersamaan dengan pameran, akan diselenggarakan forum pendidikan selama dua hari, yaitu “Forum CCC Seni Rupa Asia Tenggara” untuk menjelajahi berbagai isu secara mendalam. Program untuk publik ini tidak dipungut biaya dan terdiri atas diskusi meja bundar yang dimoderatori dan presentasi yang berpusat pada sejumlah aspek seni rupa Asia Tenggara yang diantaranya meliputi kerangka sejarahnya, menempatkan proyek dalam konteks; strategi konseptual seni rupa Asia Tenggara sebagai suatu wacana kuratorial; seni kontemporer Indonesia; dan isu kuratorial seperti terjemahan regional dan global dari seni kontemporer Asia Tenggara. Program ini melibatkan partisipan lokal dan internasional terkemuka dari berbagai bidang, seniman, sejarawan seni, kurator, kritikus, pengajar, dan penyelenggara budaya.

Kurator Tamu: Iola Lenzi (Singapura), Agung Hujatnikajennong (Indonesia), dan Vipash Purichanont (Thailand)

Seniman: Alwin Reamillo (Philipina), Amanda Heng (Singapura), Arahmaiani (Indonesia), Aung Ko (Myanmar), Aung Myint (Myanmar), Bui Cong Khanh(Vietnam), Chalood Nimsamer (Thailand), Eko Nugroho dan Daging Tumbuh (Indonesia), FX Harsono (Indonesia), Goldie Poblador (Philipina), Lee Wen (Singapura), Manit Sriwanichpoom (Thailand), MES 56 (Indonesia), Michael Shaowanasai (Thailand), Moe Satt (Myanmar), Moelyono (Indonesia), Nge Lay (Myanmar), Paphonsak La-or (Thailand), Popok Tri Wahyudi (Indonesia), Prapat Jiwarangsan (Thailand), Roslisham Ismail (Malaysia), Sutee Kunavichayanont (Thailand), Taring Padi (Indonesia), Tay Wei Leng (Singapura), Thao Nguyen Phan (Vietnam),Tintin Wulia (Indonesia),Tisna Sanjaya (Indonesia), Tung Mai (Vietnam), Vandy Rattana (Kamboja), Vasan Sitthiket (Thailand), Vu Dan Tan (Vietnam), Mella Jaarsma (Indonesia),Restu Ratnaningtyas (Indonesia),Vertical Submarine (Singapura).

Partisipan Forum: FX Harsono; Wulan Dirgantoro; Amanda Rath; Arahmaiani; Amanda Heng; Valentine Willie; Hendro Wiyanto; Justin Loke (Vertical Submarine); Iola Lenzi; Paul Khoo; Agung Kurniawan; Agung Hujatnikajennong; Vipash Purichanont; Thomas Berghuis; Farah Wardani; Natalia Kraevskaia; Tay Wei Leng; Jeffrey Say; Michael Shaowanasai; Manit Sriwanichpoom; Mella Jaarsma; Alia Swastika; Restu Ratnaningtyas.


Tentang Penyelenggara

Departemen Pameran BACC

Departemen pameran BACC merupakan bagian dari program Bangkok Art and Culture Centre (BACC) untuk pameran seni, proyek disiplin kreatif, dan peristiwa budaya/pendidikan. Departemen ini bertujuan untuk menciptakan suatu pokok persimpangan bagi beragam pandangan dari kurator, seniman, pelajar, praktisi seni dan penonton, untuk merangsang pemikiran kritis selain pengalaman belajar. Melalui program-program seni bagi komunitas hingga pendidikan seni, departemen ini dimaksudkan sebagai landasan bagi pertukaran budaya yang berkenaan dengan isi, kuratorial dan manajemen budaya, membuka lanskap baru bagi dialog budaya, jejaring kerja, untuk menciptakan seni dan sumber daya budaya baru.

Rumah Seni Cemeti

Sejak tahun 1988, Rumah Seni Cemeti yang didirikan oleh Nindityo Adipurnomo dan Mella Jaarsma telah memamerkan dan mengomunikasikan karya-karya seniman kontemporer Indonesia dan mancanegara. Diawali dengan nama Galeri Cemeti pada tahun 1988, Rumah Seni Cemeti telah mempunyai banyak peran sebagai ruang pamer, pusat informasi, dokumentasi dan promosi bagi seni rupa. Rumah Seni Cemeti mempunyai fokus pada pameran, proyek-proyek kesenian, residensi dan manajemen seni. Kami telah memberikan kontribusi penting  pada wacana dan perkembangan seni rupa, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kedai Kebun Forum

Kedai Kebun Forum (KKF) adalah ruang seni alternatif di Yogyakarta yang dikelola secara independen oleh seniman, terdiri dari Galeri, Ruang Pertunjukan, Bookstore, dan Restoran. Kedai Kebun Forum adalah komunitas kecil yang didirikan untuk usaha belajar dan pengkajian, dalam rangka membangun kepekaan terhadap setiap gejala perubahan sosial, melalui kesenian. Selama ini seluruh aktivitas di Kedai Kebun Forum dibiayai oleh restorannya.

Ruang MES 56

Ruang MES 56 adalah sebuah lembaga non-profit yang didirikan di Jogja pada bulan Februari 2002, yang aktif bergerak di bidang fotografi yang menitikberatkan pada pendekatan yang bersifat eksploratif dalam fotografi kontemporer, lewat teori dan praktik, secara konsep maupun konteks. Dengan tujuan untuk membangun wacana di ruang lingkup fotografi kontemporer di Indonesia.Ruang MES 56 menyelenggarakan beberapa program, antara lain Pameran, Pertukaran Kreatif, Lokakarya, dan Pengarsipan. Seluruh program ini dilaksanakan dengan biaya sendiri dan dengan dukungan dari beberapa donatur, baik yang berasal dari lembaga non-profit atau perusahaan komersial. Program-program ini diadakan untuk memberdayakan masyarakat budaya pop di Indonesia.