Kurator Residensi: Sebuah Perbincangan bersama Syafiatudina

Pada bulan April hingga Juli 2015, Syafiatudina diundang sebagai kurator residensi di Weltkulturen Museum, Frankfurt, Jerman. Program residensi kurator ini merupakan kerjasama antara museum terkenal ini dengan Yayasan KfW. Syafiatudina adalah kurator independen dan anggota KUNCI Cultural Studies Center di Yogyakarta. Ia banyak berfokus pada produksi pengetahuan kritis dan persebarannya.Selama masa residensinya di Frankfurt, Syafiatudina mengembangkan ketertarikannya mengenai hubungan antara peneliti amatir, kolektor, museum dan publiknya. Pada akhir masa residesinya, Syafiatudina menampilkan berbagai temuannya dalam sebuah pameran berjudul “Gloves in Action” – yang berupa sebuah pusat riset dengan obyek-obyek etnografi yang bisa disentuh, perpustakaan kecil dan film.

Pada hari Jumat, 18 Desember 2015, 19.00 WIB, di Rumah Seni Cemeti, Syafiatudina akan mempresentasikan risetnya dan membagikan pengalaman residensinya di Frankfurt. Dia juga akan mendiskusikan bagaimana museum dapat berfungsi sebagai tempat interaktif untuk pembelajaran dan partisipasi, bukan hanya sebagai sebuah ruang untuk presentasi yang hanya bisa ditonton secara pasif.

Silakan datang ke Encounter #8, diskusi terakhir dalam serial diskusi German Season/ Encounters di Rumah Seni Cemeti dan bersamaan dengan acara penutupan German Season di Yogyakarta tahun ini.

Atas inisiatif Kementrian Luar Negeri Jerman, program German Season diadakan selama tiga bulan dari September sampai Desember 2015 bekerja sama dengan Goethe-Institut Indonesien, Kedutaan Besar Jerman di Jakarta dan Perkumpulan Ekonomi Inodnesia-Jerman (EKOID).