Kerjasama: Residensi Resiprokal antara Australia dan Indonesia

Karya Doni Maulistya & Karla Dickens

Karya Doni Maulistya & Karla Dickens

Karla adalah Wiradjuri, orangtuanya berasal dari Mascot, Sydney. Karla Dickens lahir di Sydney pada tahun 1967; Tahun Referendum, yang memberikan status manusia kepada orang-orang Aborigin dalam sebuah negara bernama Australia. Sebuah fajar ganda bagi orang-orang Aborigin; sebuah pergeseran sosial dan politik nasional yang besar, dan sebuah kelahiran baru tanpa dosa yang tampaknya belum tanpa hubungan apapun dengan sejarah dan warisan Aboriginnya. Seperti yang diungkapkannya, proses perpindahan dari masa kecil ke masa sekarang merupakan perjalanan penemuan diri yang penuh warna dan, kadang kala destruktif. Ironisnya dan secara harfiah sebuah kehidupan 'Dickensian' yang benar-benar gelap tapi mulia. Pada tahun 1970an kelompok feminis berbicara tentang menjadi terdiskriminasi tiga kali terhadap - menjadi Aborigin, menjadi seorang perempuan, dan menjadi gay. Aboriginalitas Karla dan seksualitasnya sangat menginformasikan karyanya secara mendalam - namun wawasan dan luasnya praktik artistiknya keduanya merangkul gagasan politik identitas secara mendalam dan hingga kini bekerja dengan pengalaman universal manusia. Karyanya benar-benar mendorong dialog intra dan lintas budaya melalui forum seni kontemporer. (Djon Mundine, 2007)


Doni Maulistya (lahir di Yogyakarta, 1987) memulai perjalanan artistiknya sebagai seorang seniman berbasis fotografi. Ia mulai mempertanyakan posisinya sebagai seorang seniman di dalam masyarakat yang terus-menerus berada dalam suatu negosiasi dinamis antara "yang lama dan yang baru". Ia melihat proses negosiasi sebagai sebuah proses pembentukan identitas yang akan selalu terjadi dalam sejarah umat manusia. Ia juga menyadari bahwa sebuah medium bukanlah sebuah bahasa artistik yang tunggal. Oleh karena itu, ia mengembangkan eksplorasinya dalam fotografi serta pada media lainnya di luar fotografi. Sehingga dalam membuat karya, ia selalu tertarik untuk melakukan tema seperti sejarah, tradisi, dan dimensi dialektik antara yang lama dan yang baru.

---

Kerjasama: Residensi Resiprokal antara Australia dan Indonesia merupakan sebuah model residensi yang sedang diuji melalui program 'Laboratorium Residensi Seni' oleh Asialink, yaitu suatu platform untuk menguji model-model baru pertukaran artistik dan budaya.
Program pertukaran residensi ini merupakan kolaborasi antara Asialink, Rumah Seni Cemeti dan Artback NT. Pertukaran ini didukung oleh Pemerintah Australia melalui program Aboriginal and Torres Strait Islander, sebuah inisiatif dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan, dan Pemerintah Wilayah Utara melalui Arts NT.