Sastra Indonesia setelah Frankfurt Book Fair - apa selanjutnya?

Pada bulan Oktober 2015, Indonesia menjadi Tamu Kehormatan dalam acara Frankfurt Book Fair. Ratusan penulis, penerbit, penerjemah, perwakilan resmi dan seniman dari berbagai disiplin dari Indonesia datang ke Jerman untuk menampilkan sastra, seni dan budaya Indonesia kepada audiens global.

Terlepas dari segala promosi resmi dan perdebatan lanjutan dan bahkan setelah acara - bagaimana para partisipan sendiri mengalami pameran buku terbesar di dunia? Bagaimana audiens lokal dan internasional bereaksi terhadap berbagai bentuk pembacaan, performans dan diskusi yang diadakan oleh dan diikuti bersama dengan pengarang, seniman, dan intelektual dari Indonesia? Bisakah para tamu dari Indonesia ini belajar dan pada akhirnya membawa pulang gagasan-gagasan baru yang diperoleh dari acara tersebut? Dan juga, bagaimana kita bisa menggunakan pelajaran ini bagi masa depan sastra Indonesia?

Mari bergabung dalam forum terbuka kami pada hari Rabu, 25 November 2015, jam 18.30 di Rumah Seni Cemeti, Jl. D.I. Panjaitan 41, Yogyakarta. Beberapa penulis dan penyair akan hadir, antara lain Abidah El Khalieqy, Gunawan Maryanto dan Joko Pinurbo. Mereka akan membagi pengalaman personal selama berada di Frankfurt dan akan mendiskusikan bersama-sama dengan forum mengenai hasil dari pameran buku.

Program ini adalah acara kelima dari German Season/Encounters - sebuah rangkaian diskusi yang disajikan di Rumah Seni Cemeti.

Program German Season merupakan inisiatif Kementrian Luar Negeri Jerman yang diadakan selama bulan September hingga Desember 2015, bekerja sama dengan Goethe-Institut Indonesia, Kedutaan Besar Jerman di Jakarta dan Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKONID) di kota-kota besar di Indonesia.

Informasi lebih lanjut silakan periksa laman ini: germanseason.com