LIMINAL: Mendedah Konsep dan Praktek Seni dan Kemasyarakatan

koordinator proyek: Linda Mayasari

Rumah Seni Cemeti melalui proyek seni bertajuk “LIMINAL”, mengajak seniman dari berbagai macam disiplin seni (seni rupa, seni pertunjukan, sastra, film, musik) mendedah dan memetakan kembali praktek dan konsep “seni dan kemasyarakatan” yang lelah berlangsung, keluar dari relasi-relasi tradisional, dan memberangkatkan diri mengalami peristiwa liminalitas. Di dalam proyek “LIMINAL” ini seniman didorong untuk menyeberangi batas-batas wilayah otonomnya, menjelajahi medan baru, mencari kemungkinan lain atas pemaknaan dan bentuk-bentuk relasi antara seniman, karya, masyarakat kesenian, dan masyarakat lebih luas tanpa meninggalkan atau mengorbankan modal artistik praktek kesenian.
 
LIMINAL 1 – Mulyakarya (Aktivis Komik)
 “Rock Show” - menghadirkan Pak Dwijoko Harianto, kolektor sekaligus pakar/ahli batu mulia. Pameran pendahulu bagi para pecinta batu akik akan dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2015, pukul 16:00 WIB, di Rumah Seni Cemeti.  Bagi yang berminat untuk berbincang dan berkonsultasi mengenai batu akik dengan Pak Dwijoko Harianto, Anda bisa menemui beliau pada tanggal 5-27 Juni 2015, pukul 09:00 – 17:00 WIB, di Rumah Seni Cemeti

LIMINAL 2 – Yosep Anggi Noen (Sutradara Film)
‘ Agenda: Continuity‘ – instalasi setting film, ‘Cinematic possibilities’. Liminal 2 membuka peluang bagi Anda yang berminat untuk membeli 1(satu) adegan pribadi Anda di dalam karya ini, melalui “Lelang Adegan”. Silakan menghubungi petugas Rumah Seni Cemeti untuk menyepakati barter, dan waktu khusus (disarankan malam hari) bagi teknik perekaman secara profesional, yang disutradarai oleh seniman pencipta karya “Agenda: Continuity”. Pembeli adegan akan mendapatkan paket rekaman hasil pengambilan gambar dengan kualitas sinematik yang menarik.  Ingat...! “Lelang Adegan” hanya menyediakan 3 (tiga) adegan, yang bisa diperankan oleh siapa saja yang berminat. Jangan lewatkan kesempatan dan pengalaman ini!
 
LIMINAL 3 - Habsari Banyu Jenar (Penulis Sastra)
“Diremehkan=Sup Buah Khuldi”
Instalasi frase di atas lantai atau di dinding pameran.
 “Kukira Tuhan Itu Perempuan”
Instalasi suara dari penuturan cerita pendek
 
LIMINAL 4 – Elia Nurvista
“Project “Fast & Foodrious” - Rangkaian penelitian performatif dan lingkar belajar perihal makanan cepat saji. Agenda dan dokumentasi setiap kegiatan dapat diakses dari papan pengumunan Bakudapan yang didisplay di Rumah Seni Cemeti, www.bakudapan.com dan instagram : @bakudapan, atau di fanpage facebook https://web.facebook.com/bakudapan.
 
LIMINAL 5 – Nindityo Adipurnomo (Perupa)
“Tekor Tilas” – Seni Wisata Jalan Kaki. Rute: Rumah Seni Cemeti, Toko Antik TIRTA, Masjid Komarudin, Art Galerie, Krack ! Gallery.
 
LIMINAL 6 – Natasha Gabriella Tontey (Perupa)
“Dongeng Peringatan” - Instalasi, video steaming, dan 10 menit pertunjukan teater.
Pertunjukan akan dilaksanakan dua kali di perempatan Maga (Kee Gie), dan melibatkan dua kelompok pemeran yang berbeda. Kelompok pemeran aktor profesional pada tanggal 5 Juni 2015, dan kelompok pemeran non aktor pada tanggal 6 Juni 2015. Video streaming kedua pertunjukan dapat diakses di ruang galeri Rumah Seni Cemeti. Selanjutnya, dokumentasi pertunjukan, instalasi kostum dan naskah dan naskah akan dipamerkan di Rumah Seni Cemeti.
 
LIMINAL 7 – Gatot Danar Sulistiyanto (Musikolog dan Komponis)
“Santiswara” - Interactive music reading dan konser musik
Permainan lelang akan diberlangsungkan pada tanggal 4 Juni 2015, pukul 19:30 WIB, dan konser musik pada tanggal 7 Juni 2015, 19:30 WIB, di Rumah Seni Cemeti.

LIMINAL 8 - Timoteus Anggawan Kusno (Perupa dan Peneliti)
“Anatomy of The (lost) Memory” - Collective remembering through institutional art
Kisah penelusuran misteri Tugu Gonomanggala-Sangid, oleh seorang peneliti bernama Daliho Kusbirin (Direktur Pusat Studi Tanah Runcuk).